kak… di hari yang lalu kau dan aku masih bersama-sama disini membaca artikel trbitan trbaru hari itu… “emng apa sich yang mereka maksud dengn keadilan…?”ujar mu . … sembari gemertak gigimu terdengar…”..yups kita lahir dan dibesarkan berteman dengan ketepurukan atas keadilan yang mereka maksud keadilan…. ujarmu mendoktrin aku…”  aku semakin tak percaya ketika kau menunjukan adil menurut dirimu… yang aku pandang amat sangt tidak logis dan masuk akl malah sepertinya .. hem Balas dendam…yang tercium..nyata…

“mereka .memberi kita cibiran dan cemooh …sembari mata nyinir hendak memakan kita hidup-hidup….” sekarang apakah kita harus memberikan mereka senyuman dan berbungkuk-bungkuk menyembah mereka…?  “tidak  adik maniss ..salah yang adil adalah..” kita balas melihat dan mencemooh mereka ..dan menatap tubuh mereka hidup-hidup..karna telah amat sangat sadar mengambil hak kita ..  pajak-pajak yang di ambil dari keringat tukang parkir yang mengumpulkan recehan-recehan tuk bisa menghidupi anak-anak yang busung lapar… dari mbok-mbok pedagang sayur yang melangkahkan kaki nya sejak dari jam 2 tadi pagi… ‘”” ah… kaum Borjuis memang selalu ada dan menjadi serigala lapar bagi kita kaum buruh.. yang hanya mengenal bekerja dan mencari makan…..

adik ku… “lakukan adil menurut dirimu… jika harus itu adil tanya pada hati nuranimu..” TUHAN mengerti dan MAHA BIJAKSANA atas umatnya.”.ujarmu jelas saudara dari dalam jiwaku, menerusuk didalam ketepurukan ku atas rasa kehilangan …dirinya……

Quen Aza…120111….