Perjalanan ini berhenti kembali .melihat temaram musim semi yang perlahan, terhalau kabut dingin musim penghujan kali ini,disudut kota kelahiran ku.tak ada yg berubah tetap indah  dengan lampu jalan dan  sebuah kursi besi tua yg warnanya entah tlah bertahun-tahun lamanya tak terganti yg terkadang meninggalkan aroma besi tua dan kala sesekali aku mampir disana…

JIWA.. ………

tak kah kau ingat kita pernah menghabiskan waktu kita disana, hem ,,berbagai coklat dan kembang gula yg amat sangat menyejukan mu…?

JIWA…….

Tak kah kau rasakan kembali aroma semilir pohon pinus yg sesembari membius lamunan kita , sewaktu kita melihatnya turun bergerombol dari bukit di utara tanah kita….?

JIWA…..

Tak kah kau dengar kembali sayup merdu namun parau suara alif lam mim. Kawan – kawan masa kecil kita yg melafazkan nya dari surau,, “kedamaian kita”

Aku rindu massa –masa itu

Aku rindu saat-saat itu.

Aku rindu kenangn Itu

Dan yang utama dari semua itu

AKU RINDU  KEHADIRANMU JIWA KU

By,Quen AZa..311010

Refleksi Jiwa ku