Syukurilah Semua Pemberian Allah SWT

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Syukur terbagi ke dalam dua jenis :

1. Syukur Umum

2. Syukur Khusus

Syukur Umum terkait dengan dunia, misalnya bersyukur atas nikmat

seperti pakaian, makanan, harta, kesehatan, dan kendaraan.

Syukur Khusus terkait denga akhirat, misalnya bersyukur atas nikmat

seperti iman, tauhid, hidayah, bimbingan hingga bisa beribadah, istri shalihah,

anak-anak shalih, dan urusan akhirat lainnya.

Tragisnya, sebagian besar manusia hanya mengerjakan syukur umum,

karena menurut mereka, manfaatnya bisa dirasakan secara langsung.

Memang seperti itulah watak manusia.

Syarat-Syarat Syukur

Ibnu Al-Qayyim berkata, “Syukur seorang hamba terasa lengkap jika ia

memenuhi tiga syarat dan ia dikatakan orang bersyukur jika melengkapi

ketiga syarat itu.” Ketiga syarat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Ia mengakui nikmat Allah pada dirinya.

2. Ia menyanjung Allah atas nikmat itu.

3. Ia menggunakan nikmat itu untuk mendapatkan keridhaan-Nya.

Mengakui nikmat Allah Ta’ala pada diri kita bisa dilakukan dengan cara

kita tidak mengklaim nikmat itu kita peroleh murni karena keahlian, atau

pengalaman, atau usaha, atau jabatan, atau status sosial, atau kekuatan kita.

Tapi kita nyatakan nikmat itu murni berasal dari Allah Ta’ala. Ketika Qarun

mengklaim nikmat pada dirinya murni ia peroleh karena keilmuannya. Karena itu,

Allah Ta’ala menenggelamkannya beserta istananya ke dalam bumi.

Jika seseorang mengakui nikmat pada dirinya berasal dari Allah Ta’ala,

otomatis ia menyanjung-Nya atas nikmat-nikmat itu. Jika seseorang meyakini

Allah Ta’ala pemberi nikmat dan menyanjung-Nya, maka ia tidak etis

menggunakan nikmat-Nya untuk bermaksiat kepada-Nya. Misalnya ia

mengembangkan hartanya secara ribawi, atau seseorang diberi kesehatan

tapi ia mendzalimi orang lain.

Jika kita melengkapi ketiga syarat syukur itu, Allah Ta’ala pasti menambah

nikmat-Nya pada kita dan memberkahi nikmat-Nya pada kita,

karena Dia berfirman,

Artinya : “…..Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan

menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),

maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim:7)

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Sumber : Buku “Taujih Ruhiyah – Pesan-pesan Spiritual Penjernih Hati” karya Abdul Hamid al-Bilali

Disunting dari Milinglist CR Yahoogroups